Yin Yang dan Akulturasi dalam Semangkuk Ronde

Written by
HiomerahHari Raya Tang Cie identik dengan sajian berupa makanan dari tepung ketan, berbentuk bulat, berwarna merah muda dan putih, yang diberi kuah air jahe manis.

Makanan yang kemudian dikenal dengan nama tang yuan atau ronde ini, disajikan dalam 3 mangkok, masing-masing berisi 12 ronde kecil dan 1 ronde besar.

Ronde berwarna merah dan putih untuk sembahyang tang cie melambangkan sifat yin dan yang. Maknanya keseimbangan dan harmoni dalam alam semesta. Setelah hari perayaan, siang hari berangsur – angsur menjadi lebih panjang sehingga energi positif juga mulai mengalir masuk.

Dalam ritual sembayang tangcik, selain untuk sajian utama, ronde biasanya juga disantap bersama seusai sembahyangan. Seperti saat sembahyangan tangcik di Kelenteng Boen Bio, setiap umat disuguhi masing-masing segelas ronde berisi 12 butir kecil dan 1 besar.

“Ronde bisa jadi sumber energi karena terbuat dari beras ketan,” jelas rohaniwan Khonghucu, Wenshi Kwee Ping Hwie, seperti dikutip Majalah LIBERTY beberapa waktu lalu.

Sebagai sajian utama sembahyang tang cie, ronde atau tang yuan, memiliki bermacam arti. Selain melambangkan yin yang atau keseimbangan, ronde juga melambangkan persatuan, keutuhan keluarga, dan datangnya rejeki.

Bisa pula bermakna mempererat kekeluargaan, karena sebelum hari sembahyang tiba, biasanya keluarga berkumpul bersama membuat dan memakannya esok hari.

Ronde dimakan dengan kuah berupa air gula dan jahe yang mempunyai khasiat menghangatkan tubuh. Seperti khasiatnya, sembahyang ronde mengandung harapan agar Thian tidak terlalu lama menutup bumi dengan hawa dingin.

Lebih dari simbol-simbol penuh makna di atas, semangkuk ronde di Indonesia mengandung semangat akulturasi. Minuman asal Tiongkok ini seakan telah menjadi ikon kuliner Nusantara, khususnya Jawa.

Namun di sini, wedhang ronde telah mendapatkan variasi tertentu, seperti penambahan kacang sangan yang gurih. Atau tambahan kelapa muda dan kolang-kaling, seperti disajikan penjual wedang ronde di Surabaya. HK.

 

 

1 2

Article Tags:
Article Categories:
Warna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares