The Ming Cu: “Saya dan Tarantula Tak Dapat Dipisahkan”

Written by
HiomerahRibuan tarantula menjadi teman hidupnya. Ia mengaku tak dapat dipisahkan dengan binatang berbisa ini. Tak salah bila orang menyebutnya sebagai Ratu Tarantula.

Bagi banyak orang, tarantula adalah binatang yang harus dihindari. Tetapi tidak bagi The Ming Cu. Perempuan yang tinggal di kawasan Jalan Otista, Kota Bandung, ini, justru mengakrabinya.

Ribuan tarantula menjadi teman dan sumber aktivitasnya sehari-hari. Di tangan The Ming Cu, anggapan bahwa tarantula menyeramkan, buas dan membahayakan, tak berlaku lagi.

The Ming Cu dengan Maudy Kusnaedi dan artis lainnya saat diundang menjadi bintang tamu di salah satu stasiun TV.

“Anggapan itu salah total. Ternyata tarantula itu mahkluk yang indah. Mahkluk yang didesain oleh Yang Maha Kuasa bukan untuk membunuh manusia tapi untuk membantu mengurangi hama-hama di dunia,” katanya kepada Hiomerah.

Kesukaannya terhadap tarantula bahkan membuat dirinya meraih sukses. Banyak media massa dan stasiun TV nasional meliput hobinya yang jarang dimiliki orang lain. Ratu Tarantula, demikian media massa menjuluki perempuan 32 tahun ini.

Jenis laba-laba dari famili Theraphosidae itu telah menjadi bagian hidup The Ming Cu. Ia merasa semua passion-nya ada pada binatang berbisa ini. Tidak ada yang bisa melarangnya, atau menyuruhnya berhenti menggeluti kesukaannya.

“Saya dan tarantula tidak dapat dipisahkan lagi. Kalau disuruh berhenti saya yang bingung mau ngapain. Passion saya di sana semua,” ungkapnya.

The Ming Cu mulai menggeluti hobi tarantula sejak sebelas tahun lalu. Seekor Avicularia versicolor yang membuatnya jatuh cinta menjadi miliknya pertama. Jenis ini adalah salah satu tarantula yang racunnya rendah dan termasuk tercantik di dunia.

Saat itu, keluarganya kaget. Buat apa beli tarantula. Mereka menyangka itu binatang mematikan. Baru setelah dijelaskan bahwa tarantula tidak seperti yang mereka pikir, Ming Cu boleh memeliharanya.

“Kalau teman-teman sih bilang keren. Banyak yang mau nyoba megang.  Ada juga yang penasaran tapi takut,” kenang Ming Cu.

The Ming Cu dengan salah satu tarantula kesayangannya. (Foto: Putra Aditya Herlambang/Caters News)

Sekarang ribuan tarantula dari berbagai jenis ia pelihara. Ada juga yang menghiasi tokonya, Spider Lover Pet Shop, untuk dijual. The Ming Cu, bahkan beberapa kali berhasil menangkarkannya.

“Saya pernah menangkarkan bermacam jenis. Avicularia versicolor, Selenocosmia javanensis sumatrana, ornithoctonus aureotibialis, terus Heteroscodra maculata, Monocentropus balfouri, dan lain-lain. Beberapa awalnya gagal, tapi yang gagal itu akhirnya berhasil juga,” ujarnya.

Hasil tangkarannya ia jual. Sejak 2012, ia menjualnya secara online, lewat spiderloverpershop.com dan situs-situs marketplace. Menurutnya, jenis tarantula yang menarik secara warna, semacam Avicularia versicolor, paling banyak dicari. Soal harga, ada yang hanya Rp. 50 ribu, sampai Rp. 1 juta per ekornya.

Untuk merawat koleksinya yang ribuan, The Ming Cu dibantu beberapa pekerja. Menurut Ming Cu, perawatan tarantula gampang-gampang susah. Paling utama memberi makan dan minum. Untuk sling atau bayi tarantula diberi ulat hongkong, yang dewasa diberi jangkrik atau kecoak.

Pemberian makan satu minggu satu kali satu mangsa. Bila ada sisa makanan harus diangkat. Kelembapan kandang harus sesuai dengan habitat asli. Jenis tarantula yang berasal dari habitat kering, kandang harus kering. Sebaliknya yang lembab harus lembab.

The Ming Cu di tengah-tengah koleksinya yang mencapai ribuan.

“Jangan dibalik. Set up kandang juga harus sesuai dengan gaya hidupnya, apakah arboreal, terrestrial, atau obligate burrower,” jelas Ming Cu.

Setiap hari bergaul dengan ribuan binatang yang oleh banyak orang dianggap berbahaya, bukan berarti tanpa resiko. The Ming Cu pernah belasan kali digigit. Termasuk oleh Poecilotheria formosa, yang termasuk high venom. Efeknya panas dingin, keram dan paralyzed sebadan.

Gak kapok? Kalau kegigitnya sih kapok ya. Gak mau lagi. Kalau miaranya gak kapok. Suka sih,” pungkas Ming Cu. HK

1 2 3

Article Tags:
Article Categories:
Hobi & Komunitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares