Setelah Tertunda Karena Covid, Grand Final Pemilihan Koko Cici Jatim Digelar Sabtu Besok

Written by
Hiomerah – Grand final Pemilihan Koko Cici Jawa Timur akan dilangsungkan di Graha Unesa, Surabaya, Sabtu (28/11/2020) besok. Sepuluh pasangan terpilih menjadi finalis dalam ajang pemilihan duta budaya Tionghoa ini.

“Sepuluh pasang yang maju ke final dan mereka ini nanti akan tergabung di Paguyuban Koko Cici Jawa Timur,” kata Ketua Panitia Pemilihan Koko Cici Jawa Timur, Olivia Faida, di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Sepuluh pasang finalis tersebut dikarantina di Hotel Unesa, Surabaya. Menurut Olivia, mereka sudah menyandang gelar koko cici. Grand final digelar untuk menentukan siapa pemenangnya.

“Kita kan perlu ada pemenangnya, juara 1, 2, juara favorit. Lalu nanti kita juga perlu memilih siapa yang kira-kira bisa merepresentasikan Jatim di kancah nasional,” ujar Olivia.

Karena ada pandemi Covid-19, acara Pemilihan Koko Cici Jawa Timur tidak dibuka untuk umum. Hanya boleh diikuti oleh undangan yang telah melakukan reservasi.

“Semoga acara bisa lancar, teman-teman bisa memberikan yang terbaik, dan dari pembekalan yang mereka dapat mereka dapat mengambil banyak pelajaran dan memberikan influen yang baik buat teman-teman,” harapnya.

Dewan juri berasal dari beberapa pihak. Di antaranya dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim, Paguyuban Koko Cici Jatim, Koko Cici Pusat, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Kriteria penilaiannya meliputi behavior, brain, beauty, dan talent. Behavior, jelas Olivia, bagaimana caranya mereka bicara sama orang, cara mereka berinteraksi, cara mereka berkelompok, cara mereka menyampaikan pendapat dan sebagainya.

“Behavior yang dinilai nomor satu. Kemudian brain, pengetahuan. Sejauh apa mereka tahu dan sejauh apa mereka punya kemampuan untu menjadi influencer bagi teman-temannya. Setelah itu baru beauty dan talent,” papar Olivia.

Pemilihan Koko Cici Jawa Timur diadakan oleh PSMTI Jawa Timur bekerjasama dengan Indonesia Tionghoa Culture Center Surabaya. Ajang ini sebenarnya akan digelar awal 2020. Tapi karena pandemi Covid-19 akhirnya harus diundur.

Sejak dibuka Juni lalu, ada sekitar 90 orang pendaftar, dan yang lolos audisi sekitar 50 orang. Setelah melalui beberapa proses, mengerucut menjadi dua puluh orang finalis.

Olivia menambahkan, bahwa ajang ini baru pertama kali diadakan di Jawa Timur. Maka harapannya bisa diselenggarakan setiap tahun.

“Tujuannya untuk menunjukkan bahwa seperti ini anak-anak muda yang bisa menjadi duta budaya Tionghoa, duta pariwisata, dan duta sosial di Jawa Timur,” ungkap Olivia.

Untuk bisa mengikuti ajang ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya; pemuda-pemudi di Jawa Timur berumur 17-24 tahun dan belum menikah. Berasal dari Jawa Timur atau berdomisili di Jawa Timur karena akan ditugaskan selama setahun di propinsi ini.

“Syarat lainnya, mau belajar tentang budaya Tionghoa dan mau mengajarkan kepada orang lain, supaya meskipun mereka bukan etnis Tionghoa mereka tidak menentangnya,” pungkas Olivia. Yus/HK

1 2 3

Article Tags:
Article Categories:
Kabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares