Dewa Utama Kelenteng Ngawi ini Pernah Hadir di Mimpi Pak Bupati

Written by
HiomerahTuan rumah kelenteng ini adalah seorang dewi yang bertugas memberi kemakmuran. Saat kelenteng akan dipindah, ia menemui Pak Bupati lewat mimpi.

Demi pembangunan dan pelebaran ruas-ruas jalan di Kota Ngawi, beberapa rumah dan gedung harus dikorbankan. Tak terkecuali sebuah rumah ibadah bagi umat Tri Dharma, Kelenteng Sien Hien Kiong, yang terletak di Kampung Ngemul.

Oleh pemerintah setempat, rumah ibadah umat Khonghucu, Tao, dan Buddha ini, dipersilahkan pindah ke lokasi lain. Namun sebelum pemindahan dilakukan, mendadak sebuah peristiwa aneh terjadi.

Bupati daerah tersebut, dalam tidurnya didatangi sesosok perempuan berpakaian adat Tiongkok. Kepada sang bupati, perempuan itu tidak berkata apapun, hanya mengerlingkan matanya. Karena menganggap hanya bunga tidur, sang bupati tidak terkesan apapun dengan mimpinya itu.

Kelenteng Ngawi menempati tempat barunya setelah sang dewi utama hadir di mimpi Pak Bupati.

Dia baru merasa ada keanehan, ketika keesokan harinya datang ke kelenteng untuk membicarakan rencana pemindahan. Saat melihat wajah arca suci atau kimsin Wang Mu Niang Niang di altar utama kelenteng, dia sadar bahwa seperti itulah wajah sosok wanita yang datang di mimpinya.

Saat itu pula, Pak Bupati melakukan sembahyang memohon ijin pemindahan kelenteng. Dengan ijin Makco Wang Mu Niang Niang, kelenteng dipindah ke sebuah rumah tidak jauh dari lokasi lamanya.

Panoedjoe, bupati yang pernah didatangi sosok sang dewi, berkenan meresmikannya pada 2 April 1979. Bahkan namanya dipahatkan pada sebuah batu yang sekarang bisa dilihat di dinding kelenteng bagian depan.

Kejadian puluhan tahun lalu itu, menjadi satu bukti kesakralan Kelenteng Sien Hien Kiong yang saat ini berlokasi di Jalan Sultan Agung 76 Kota Ngawi. Menurut Lie Djiauw Loen, biokong kelenteng, tempatnya yang baru ini dulunya adalah rumah milik pedagang kain.

“Waktu itu termasuk pedagang besar. Dagangan kainnya sampai cikar-cikaran,” ungkap Djiauw Loen menyebut nama angkutan tradisional grobag yang ditarik sapi.

Keanehan lain kelenteng yang diperkirakan mulai berdiri pada 1892 itu ditunjukkan saat Kota Ngawi dilanda banjir besar belasan tahun lalu.

Tuan rumah Kelenteng Ngawi, Yang Mulia Ong Bo Nio Nio, salah satu Dewa Rejeki yang bertugas memberi kemakmuran.

“Hanya Jalan Sultan Agung, tempat Kelenteng Sien Hien Kiong berada, terlewat dari banjir,” jelas Lie Djiauw Loen.

Keajaiban-keajaiban yang ditunjukkan kelenteng maupun kimsin utamanya tentu sangat membekas di benak umat Tri Dharma Ngawi. Sehingga sangat menyakralkan dan menghormati kelenteng tempat mereka beribadah serta kimsin Makco Wang Mu Niang Niang. Saat dewa tuan rumah merayakan shejit atau hari ulang tahunnya setiap tanggal 18 Jit Gwee, ratusan umat akan berkumpul di kelenteng kecil ini. 

Konon, Wang Mu Niang Niang atau Ong Bo Nio Nio dulunya adalah seorang pendekar sakti yang memiliki ekor di tubuhnya. Dia memiliki sifat yang baik hati dan suka menolong, terutama kaum lemah, yang membutuhkan. Suatu saat dia memutuskan untuk bertapa, dan karena sifat-sifat baiknya, akhirnya diangkat menjadi dewi.

Dalam keyakinan Tao, Wang Mu Niang Niang dikenal sebagai salah satu dari Lima Dewa Rejeki. Dewa-dewa ini adalah dewata terkaya di bumi, yang memimpin ratusan bala tentara dewata. Mereka menguasai gunung, kota, termasuk dewa tanah atau dewa yang berkuasa di tempat itu.

Para dewa yang tinggal di suargaloka tingkat ke-35 itu menjadi pemimpin tiga puluh enam bintang rejeki. Dari Lima Dewa Rejeki tersebut, Ong Bo Nio-Nio menjabat sebagai Dewa Rejeki Tengah, yang bertugas memberi kemakmuran.

Mungkin di Indonesia hanya Kelenteng Sien Hien Kiong dan Lo Cia Bio, Jakarta, yang menempatkan kimsin dewa ini di altar pemujaannya. Karena itu, Kelenteng Sien Hien Kiong banyak dikunjungi oleh mereka yang sedang berburu kemakmuran.

Umat yang datang ke Kelenteng Ngawi banyak yang bertujuan memohon kelancaran rejeki kepada Dewi Ong Bo Nio Nio.

“Sembahyang kepada Dewi Ong Bo Nio Nio menjadi jujugan warga Tri Dharma Ngawi, untuk kelancaran rejeki,” ungkap Lie Djiauw Loen yang memiliki nama Indonesia, Jono Sudiharjo.

Di Kelenteng Sien Hien Kiong, Ong Bo Nio Nio berada dalam satu altar dengan kimsin Makco Thian Siang Sing Bo. Di sebelah kanan, terdapat altar Kongco Hok Tik Cien Sien, sang dewa amurva bhumi. Terdapat pula altar untuk U Lu Cay Sen – sang dewa uang – Kongco Hian Thian Siang Tee, Makco Kwan Im, Kongco Kwan Sing Te Kun, serta Tri Nabi. HK.

 

 

1 2 3

Article Tags:
Article Categories:
Pecinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares