Cinta Hok Sun Terpapar di Batu Gambar

Written by
Hiomerah – Kejeliannya menemukan motif batu gambar  membuatnya dijuluki ‘mata elang’. Kecintaannya pada pictorial agate ini tak surut meski ratusan koleksinya pernah raib digondol pencuri.

Akik gambar merupakan lukisan alam bernilai seni tinggi yang dapat dinikmati secara kasat mata. Jenis batu hasil proses geologi jutaan tahun ini juga eksklusif karena gambar satu dengan lainnya tidak pernah sama. Gambar yang muncul pada batu tersebut merupakan ‘garis keberuntungan’.

Keistimewaan seperti itulah yang menggoda Hok Sun alias Susanto untuk mengoleksinya. Ratusan pictorial agate tersimpan di rumahnya yang berlokasi di kawasan Karang Asem, Surabaya. Di ruang depan rumahnya juga berjajar ratusan piala dari kontes-kontes batu gambar yang diikutinya.

“Mengoleksi akik gambar merupakan suatu kebanggaan, karena setiap gambar tidak ada duanya,” ungkap Susanto seperti dikutip Majalah Liberty beberapa waktu lalu.

Bila dirupiahkan, koleksinya bisa berharga hingga milyaran rupiah. Eksklusifitas gambar alami yang  ada di batu yang membuatnya mahal. Juga karena proses pencarian gambarnya yang tidak mudah. Serta proses pemotongan hingga pemolesannya yang ekstra hati-hati agar tidak merusak gambar aslinya.

“Banyak resiko waktu prosesnya. Ini salah satu yang membuat harga batu gambar menjadi mahal,” lanjut pria berkepala plontos yang kedua lengannya penuh tattoo ini.

Laki-laki kelahiran 5 Agustus 1973 ini mengenal dunia perbatuan sejak puluhan tahun lalu. Awalnya mendapat warisan batu-batu permata dari orang tuanya. Tetapi pengetahuannya tentang batu permata justru didapat dari orang lain.

Susanto mulai berbisnis jual beli batu permata dengan Chrysoberyl Cat’s-eye sebagai spesialisasinya. Karena aktivitasnya itu dia sering berada di Pasar Kayun, pusat perdagangan batu mulia di Surabaya.

Hok Sun dengan ratusan piala hasil menjuarai berbagai kontes akik gambar.

Di tempat itu lah Susanto mulai mengenal keindahan batu gambar. Suatu saat di lapak seorang pedagang dia melihat lempengan batu bergambar mirip sosok kepala Yesus. Terpikat, dibelinya lempengan batu ini seharga Rp. 10 ribu.

Tak disangka, setelah dipotong dan dipoles, ada yang menawar batu tersebut Rp. 500 ribu. Bahkan kemudian ada yang berani menawar lebih tinggi, sampai 3 kali lipat dari tawaran pertama. Tawaran tinggi ternyata tak membuat Susanto goyah, justru menjadi semakin berat untuk melepasnya.

Tak Kapok

Menurut ayah 4 anak ini, ada 2 faktor penting yang berpengaruh dalam menemukan gambar bagus pada sebuah batu. Kejelian mata dan nasib. Kebetulan 2 faktor ini dimiliki oleh Susanto. Bahkan karena kejeliannya menemukan motif batu gambar  dia dijuluki ‘mata elang’ oleh para koleganya.

Dalam perjalanan menekuni hobi ini, beberapa batu gambar istimewa pernah dimilikinya. Satu di antaranya batu gambar naga yang selalu menjadi andalannya saat menyabet juara di berbagai kontes. Bukan hanya jago kontes, keistimewaan batu ini juga banyak menggoda orang untuk memilikinya.

Sebelum gelaran Surabaya Gemstone Expo yang diadakan Majalah Liberty, Mei 2015, batu naga sempat akan ditukar kijang innova. Kemudian seorang penghobi juga ingin menukarnya dengan wrangler rubicon. Namun Susanto tetap bergeming, tak ingin menjual batu yang gambar naganya cukup tegas itu.

Sedikit dari ratusan akik gambar istimewa koleksi Hok Sun.

Kecintaan Susanto pada batu gambar tak surut meski cobaan berat sempat menimpanya. Sekitar 100 batu gambar koleksinya raib digondol pencuri. Termasuk batu bergambar naga! Padahal, dia baru saja mempertimbangkan tawaran 2 unit rumah di Bali untuk mahar batu istimewanya itu.

“Saat itu ya stress berat, sampai nggak bisa mikir. Tapi saya nggak kapok,” kata penggemar Harley Davidson yang di rumahnya bertengger dyna, softail custom, dan gold wing, ini.

Mimpi Nenek

Kesukaan Susanto pada batu gambar menemukan momentumnya ketika Lim Cory Nio, neneknya, meninggal dunia. Merry Ritanwati, istrinya, mengaku didatangi sosok sang nenek lewat mimpi. Dalam mimpi tersebut sang nenek berpesan untuk memberikan sebuah batu bergambar dirinya pada Susanto.

Dianggap sekedar bunga tidur, sedikitpun tak terpikir oleh Susanto tentang arti mimpi tersebut. Hingga suatu hari, saat di Kayun, dia menemukan satu lempeng batu dengan gurat alami membentuk gambar wajah seorang nenek. Ketika diperlihatkan pada istri dan saudara-saudaranya, ternyata batu tersebut memang mirip dengan batu bergambar sang nenek dalam mimpi tempo hari.

Selain akik gambar, tampang gahar Hok Sun juga cocok untuk menjadi penggemar Harley Davidson.

“Kata teman yang lihat, itu gambar nenek yang enerjik,” kata Susanto yang merasa merinding saat bercerita.

Setelah menemukan batu tersebut, Susanto merasa semakin mudah menemukan motif batu gambar. Kemudian dia bergabung dalam Komunitas Batu Gambar Surabaya, dan serius menggeluti bisnis dan hobi ini. Orang-orang pun tidak lagi memanggilnya ‘Santo Cat Eye’, berganti ‘Santo Batu Gambar’.  HK

 

1 2 3 4

Article Tags:
Article Categories:
Hobi & Komunitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares