China Optimis, AS di Bawah Biden Akan Junjung Semangat Non-Konfrontasi

Written by
Hiomerah.com – Nada optimis diberikan oleh media pemerintah China dalam menanggapi kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS. Optimisme itu disampaikan dalam sebuah editorial, yang menyebutkan bahwa hubungan AS dan China dapat dipulihkan ke keadaan yang lebih dapat diprediksi dan dapat dimulai dengan perdagangan.

“Kemenangan Biden dapat memberikan ‘ruang bernapas’ bagi hubungan China-AS,” tulis media Global Times berdasarkan ucapan pakar, Minggu (8/11/2020).

Lebih lanjut, kemenangan Joe Biden dinilai bisa meningkatkan kerja sama terkait vaksin dan COVID-19. Namun, butuh waktu untuk membangun kepercayaan strategis.

“China dan AS akan melakukan kerja sama pragmatis, konstruktif dalam vaksin, pertempuran anti-COVID-19, dan perubahan iklim. Beberapa dialog yang macet dan mekanisme hubungan diperkirakan akan berlanjut. Tetapi akan butuh waktu untuk membangun kembali kepercayaan strategis,” tulis Global Times.

Disebutkan dalam editorial tersebut bahwa Pemerintahan Trump dengan sengaja menciptakan ketegangan di China-AS. Terutama setelah mengadopsi strategi kampanye untuk menekan China, yang menyebabkan “gelembung” yang terjadi dalam kebijakan AS-China.

“Kami percaya itu mungkin untuk meletuskan gelembung itu,” katanya. “China-AS adalah kepentingan bersama orang-orang dari kedua negara dan komunitas internasional. hubungan menjadi lebih mudah dan terkendali,” tulis editorial The Global Times.

The Global Times adalah tabloid yang diterbitkan oleh People’s Daily, surat kabar resmi Partai Komunis yang berkuasa di China, tetapi tidak berbicara atas nama partai dan pemerintah.

Sementara itu, surat kabar China Daily mengatakan dalam editorial terpisah bahwa meningkatkan hubungan dengan China bisa dimulai dari perdagangan, dan menghidupkan kembali pembicaraan perdagangan sangat penting untuk memulihkan beberapa pemahaman dan kepercayaan di China-AS. hubungan.

“Ini adalah salah satu utas terakhir yang menghubungkan kedua sisi. Perlu dicatat bahwa baik Beijing maupun Washington tidak memberanikan diri untuk membatalkan apa yang disebut kesepakatan fase satu yang mereka negosiasikan dengan susah payah,” tulis China Daily, surat kabar resmi berbahasa Inggris negara tirai bambu tersebut.

Ketegangan antara dua penguasa ekonomi dunia ini memang telah meningkat selama setahun terakhir, mengguncang rantai pasokan teknologi dan hubungan perdagangan, serta memicu kekhawatiran bahwa perang finansial antara kedua negara dapat terjadi.

Tekanan AS, bersama dengan pandemi global, telah menetapkan China pada misi untuk mengurangi ketergantungannya pada pasar luar negeri dan teknologi untuk pembangunan ekonominya, sebagai bagian dari model pertumbuhan “sirkulasi ganda” baru untuk mengarahkan ekonominya.

“China harus menjadi negara yang tidak dapat ditekan atau didestabilisasi oleh AS, dan menjadikan kerja sama dengan China sebagai pilihan terbaik bagi AS untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya,” tambah Global Times.//cw

1 2

Article Categories:
Kabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares