Altar Unik Baron Skeder di Kelenteng Weleri

Written by
Hiomerah – Kelenteng Weleri memiliki arca unik Baron Skeder. Di depan altarnya biasanya mereka yang sedang tertimpa perkara, bersembahyang.

Orang mengenal kelenteng yang mendudukkan Kongco Hian Thian Siang Tee sebagai dewa utama ini dengan sebutan Kelenteng Weleri. Terletak di Jalan Niaga 3, Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kendal, Jawa Tengah, Kelenteng Weleri menempati lokasi yang cukup menarik.

Letaknya berdampingan dengan sebuah musholla dan TK Islam Bustanul Athfal. Sebuah lokasi yang membawa pesan bahwa kerukunan beragama sangat kuat terjalin di masyarakat setempat.

Kelenteng Weleri merupakan kelenteng satu-satunya di wilayah Kendal. Tidak diketahui pasti kapan Kelenteng Weleri didirikan. Menurut Yap Sien Tik, salah satu pengurus kelenteng, sebelum berada di lokasinya sekarang, kelenteng menempati sebuah rumah di Desa Weleri.

Kelenteng Weleri menjadi satu-satunya kelenteng di wilayah Kendal.

Kimsin Kongco Hian Thian Siang Tee harus dipindah dari tempat semula karena tergusur oleh pembangunan rel kereta api.  Kapan pemindahan itu dilakukan, Sien Tik tidak bisa menjelaskan secara pasti.

Hanya saja, dari foto-foto dokumentasi saat kelenteng direnovasi, terlihat angka tahun 1930 di atas salah satu pintu. Sangat mungkin Kelenteng Weleri dibangun pada tahun itu, atau berarti kimsin Kongco Hian Thian Siang Tee telah ada jauh sebelumnya.

Ditemukan di Pohon

Berada di altar utama, kimsin Kongco Hian Thian Siang Tee diapit oleh Kongco Kwee Sing Ong dan Kongco Tjoe Soe Kong. Altar sebelah kiri diisi oleh kimsin Kongco Hok Tek Cing Sien yang diapit Sam Thay Kong dan Tay Sang Lo Cun. Sementara di altar kanan, duduk di tengah-tengah Makco Thian Siang Sing Boo yang diapit Kwan Tee Ja dan Hing Twa Lang Kong.

Di ruang sebelah kiri ruang altar utama tersebut terdapat altar untuk Kwan Im Hut Co dan Khonghucu. Di samping kiri altar ini, terdapat altar unik yang tak dimiliki oleh kelenteng lain, altar Baron Skeder.

Dari namanya, tokoh ini jelas bukan dewa dalam khasanah budaya Tionghoa maupun Jawa. Sayangnya, tidak ada yang bisa menjelaskan secara gamblang siapa tokoh ini.

Kongco Hian Thian Siang Tee menempati altar utama Kelenteng Weleri.

Biokong Kelenteng Weleri, Sie Tjay Nio, hanya menjelaskan kalau patung yang disebut Baron Skeder itu ditemukan di sebuah pohon saat ada pelebaran jalan raya, sekitar 60 tahun lalu.

Ketika pohon-pohon di kanan kiri jalan ditebang, pada sebuah pohon besar berumur ratusan tahun yang berongga, ditemukan arca tersebut. Karena orang-orang bingung mau diapakan arca itu, kemudian diserahkan ke kelenteng.

Aura Keramat

Sien Tik menyebut riwayat berbeda tentang asal-muasal altar Baron Skeder. Konon, penemuan arca unik ini bermula dari pencurian beberapa kimsin kelenteng pada jaman Jepang.

Si pencuri, kata Sien Tik, mungkin berpikiran di dalam arca-arca suci itu terdapat benda berharga. Namun entah apa yang dialami oleh si pencuri kemudian, arca-arca suci itu dikembalikan.

“Dikembalikan lengkap, malah ketambahan satu arca yang sekarang disebut Baron Skeder itu,” jelas laki-laki yang memiliki nama Indonesia, Ron Sutikno itu.

Orang-orang pun penasaran, patung siapa itu. Setelah dilacak ternyata patung tersebut sebelumnya berada di sebuah pohon di Plalen, kawasan perkebunan yang pernah dikelola Belanda.

Sebuah foto kuno yang memperlihatkan tradisi jut bio Kelenteng Weleri yang dilakukan puluhan tahun lalu.

Berada di kelenteng, awalnya patung tersebut tidak langsung dibuatkan altar. Hanya ditempatkan seadanya saja.

Hingga suatu saat ada salah satu umat yang terkena musibah setelah beberapa kali mengangkat dan memindahkan patung tersebut. Patung itu pun dianggap sebagai patung yang memiliki aura keramat. Kemudian dibuat lah altar seperti dewa-dewa lain yang telah ada.

Tokoh Ketoprak

Penampilan arca Baron Skeder di Kelenteng Weleri terlihat sangar. Meski berwarna hitam, raut mukanya sangat khas wajah Eropa, berhidung mancung dan kumis tebal. Ditambah topi yang khas, terlihat seperti ‘Baron’ atau bangsawan Eropa tempo dulu.

Nama Baron Skeder sendiri dalam masyarakat Jawa dikenal dalam cerita-cerita kesenian ketoprak yang mengadaptasi Serat Babad Pati. Konon dia adalah salah satu dari 4 bersaudara keluarga bangsawan Belanda.

Yang tertua adalah Baron Sukmul, yang menurut serat tersebut menjadi raja Negeri Belanda. Kemudian Baron Skeder, raja besar membawahi Inggris yang kerajaannya berada di Spanyol. Adik Baron Skeder bernama Baron Setember, yang menjadi patihnya. Saudara paling muda bernama Baron Sekeber yang menjadi tokoh sentral di cerita ketoprak berdasar Serat Babad Pati di atas.

Pendapat banyak orang menyebut bahwa Baron Skeder, Baron Sekeber, dan baron-baron lainnya hanyalah tokoh fiktif belaka. Fiktif atau tidak, kenyataannya banyak orang yang berdoa di depan altarnya.

Selain di altar Kongco Hian Thian Siang Tee, umat Kelenteng Weleri juga banyak yang memohon berkah di depan altar Baron Skeder.

Banyak umat kelenteng menyebutnya Kongco Baron Skeder. Menurut Mak Nio, panggilan keseharian Sie Tjay Nio, biasanya yang bersembahnyang di depan altar Baron Skeder adalah mereka yang sedang tertimpa perkara.

“Mereka umumnya ingin terbebas dari perkara, kemudian sembahyang memohon ke Kongco,” ungkap Sie Tjay Nio. HK

 

 

 

 

1 2 3 4

Article Tags:
Article Categories:
Pecinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares